1234567890123456789012345678901234

1234567890123456789012345678901234

 

     TENTANG KAMI   |   SEJARAH   |   KERANGKA STRATEGIS   |   PENGURUS   |   HUBUNGI KAMI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 English  |  Bahasa Indonesia  

 

 

 

 

 

Lembaga Santunan Masyarakat
(Community Help Institute)

 


Kantor pusat:
Perumahan Griya Dramaga Asri Blok H2 No. 19
Cibanteng, Ciampea, Bogor, Provinsi Jawa Barat
Ponsel +62895355210113
Email: hikmaula@lsm.or.id
Website: www.lsm.or.id


 

 

 

 

 

SEJARAH

 

LSM didirikan di Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 8 April 2016 oleh 17 tokoh perempuan yang terdiri dari aktivis hak azasi perempuan, pemuka masyarakat adat dan perempuan adat, pemerhati sosial, akademisi, dan para pemimpin kelompok perempuan lainnya yang prihatin pada masalah kemiskinan esktrem dan kronis yang lebih banyak menimpa kaum perempuan di seluruh pelosok tanah air.

Meskipun pemerintah Indonesia dari tahun ke tahun berhasil menekan angka kemiskinan secara statistikal, namun pada kenyataannya jumlah perempuan, dibanding kaum pria, yang menderita kemiskinan ekstrem dan kronis serta insiden-insiden kelaparan yang menyertainya kian meningkat dan sangat mencemaskan.

Sejauh ini, kaum akademisi serta para pembuat kebijakan mengenal tiga jenis kemiskinan yang menimpa umat manusia, yaitu:

Kemiskinan natural yang terjadi akibat degradasi alam biasanya akibat ulah manusia sehingga ekosistem-ekosistem alami terkait semakin merosot fungsinya sebagai sistem penyangga kehidupan bagi masyarakat setempat.

Kemiskinan kultural yang terjadi akibat kepercayaan atau pandangan hidup masyarakat setempat biasanya masyarakat adat bahwa mengejar kemajuan ekonomi bukanlah prioritas atau bahkan dicap sebagai sesuatu yang tidak patut.

Kemiskinan struktural yang terjadi akibat lemahnya kebijakan pemerintah di bidang pengentasan kemiskinan atau kurangnya keberpihakan pemerintah terhadap kaum papa.

Di antara ketiga kategori kemiskinan ini, yang paling parah dan penuh tantangan untuk ditanggulangi adalah kemiskinan struktural, disusul kemiskinan kultural dan kemiskinan natural.

Di Indonesia, serta di hampir semua negara miskin dan negara berkembang lainnya di dunia, sejak puluhan tahun lalu merebak kemiskinan berkelamin betina di mana kaum perempuan selalu menjadi kelompok yang termudah dan terparah dilanda oleh ketiga jenis kemiskinan tersebut di semua tingkatan.

Dalam keluarga miskin, terlebih lagi keluarga yang dipimpin oleh perempuan, tiap kaum hawa bertanggung jawab penuh untuk mengatur sedemikian rupa agar pendapatan yang rendah harus cukup untuk memenuhi kebutuhan mendasar seluruh anggota keluarga yang kian meningkat akibat gagalnya pemerintah menekan harga-harga kebutuhan pokok di satu pihak, dan minimnya upaya pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja yang layak bagi kaum perempuan.

Dalam mengemban tugas-tugas reproduktifnya yang amat berat, selain tidak dibayar, kaum perempuan juga harus lebih banyak mengorbankan kebutuhan pribadinya demi kepentingan para anggota keluarganya terutama anak-anaknya.

Lebih parahnya lagi, kemiskinan serta kelaparan yang menyertainya terbukti merupakan lokomotif yang tak terpisahkan dari serangkaian gerbong penderitaan manusia lainnya yang lebih banyak menimpa kaum perempuan seperti perdagangan manusia termasuk perbudakan domestik, kekerasan dalam rumah tangga, perkosaan, penindasan, dan berbagai kekerasan terhadap perempuan lainnya yang angkanya terus meningkat.

Pada prinsipnya, semua jenis kekerasan tersebut merupakan pelecehan terhadap hak-hak azasi kaum perempuan oleh para pembuat kebijakan yang seharusnya menjamin agar tiap perempuan dapat menikmati hak-haknya sepenuhnya.

Oleh sebab itu, menghentikan lokomotif itu adalah langkah paling strategis dalam rangka menghormati (respect), memenuhi (fulfill), dan melindungi (protect) hak-hak azasi kaum perempuan utamanya hak-hak ekonomi mereka.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

Updated: January 7, 2019